Sabtu, 01 Juni 2019

PRESS RILIS
MIXI IMAJIMIMETHEATRE INDONESIA DAN NYUSUR HISTORY INDONESIA
= SENI PERTUNJUKAN MUDIK BERJALAN - NYUSUR HISTORY MUDIK MOVEMENT 8 =
“SENI MUDIK, MUDIK BERSENILAH” - SABTU, 1 JUNI 2019. PUKUL : 16.00 WIB s/d BUKA PUASA.
RUTE NYUSUR : SIMPANG LIMA ASIA-AFRIKA -  HALTE ALUN-ALUN BANDUNG.




Tahun 2019 ini Nyusur History Mudik Movement kembali melaksanakan ibadah tubuhnya yang setiap tahun digelar, tahun 2019 kali ini adalah tahun ke 8 telah ditunaikan. Dengan mengambil tema : “Seni Mudik, Mudik Bersenilah”, berkisah segerombolan tubuh-tubuh perantau berjalan mencari arah jalan menuju pulang ke kampung halaman, seakan terjebak dalam migrasi tubuh bising kota, kadang gerombolan itu diam, menyapa, senyum menyeringai, bertanya-tanya pada publik yang lalu lalang. namun tubuh-tubuh itu terus mencari dimana kelak mereka menemui tubuhnya sendiri, seolah mencari ari-ari yang tertanam ditanah lahirnya, akhirmya tubuh mereka menjelma menjadi tubuh pembawa pesan, tubuhnya menjadi tubuh seni diruang yang berderu polutan, bernafas raungan dan kerutan dahi dari kebingungan pilihan diantara ketidakpastian, walhasil tubuhnya bersama bergumul bersama tubuh pekerja kota yang hendak pulang atau berpergian ke ruang kesepiannya masing-masing. Tubuh pemudik yang berbagi melalui seni hadir disana.

“Seni Mudik, Mudik Bersenilah” merupakan interpretasi peristiwa seni panggung jalanan dari gejala beserta fenomena mudik saat ini. Para pemudik (warga) telah diberi fasilitas yang aplikatif didunia digital yang semakin massive hari ini. Namun itu semua menjadi pilihan yang kadang membingungkan bagi sebagian warga, dari harga tiket transportasi yang melambung hingga tekanan ekonomi serta budaya informasi yang berhamburan bahkan kecelakan yang tak diinginkan, dari itu semua yang terjadi kita menjadi lupa arti essensi dari mudik itu sendiri. Bahwa pulang adalah peristiwa seni kehidupan dimana kita kembali ke asal dimana kita lahir. Selamat menjadi saksi seni mudik tahun ini.

Mudik merupakan kegiatan perantau untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan, misalnya menjelang lebaran. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, mudik boleh dikatakan sebuah tradisi yang mutlak harus dilaksanakan. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang lama tersebar di perantauan, selain tentunya juga dengan kedua orangtua. Budaya mudik adalah suatu nilai sosial positif bagi masyarakat Indonesia, karena dengan mudik berarti masyarakat masih menjunjung nilai silaturahmi antar keluarga. Dalam mudik khususnya menjelang lebaran saat ini, bukan hanya menjadi milik ummat muslim yang akan merayakan idul fitri 1440 H bersama keluarga namun telah menjadi milik “masyarakat Indonesia”, karena pada dasarnya bersilaturahmi adalah hakikat dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, makhluk yang berinteraksi dengan semestaNya, antar manusia dan alam.
Buat semua yang mau Mudik. Hati-hatilah dengan semua barang bawaan Anda. Jaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan dan Selamat sampai tujuan, karena saudara dan handai taulan serta keluarga besar menantikan Anda di rumah dan bahagia menyertai kita semua. Salam Mudikers dari kami.
Selamat Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1440 H -  Selamat Merayakan Mudik Semuanya. Terima kasih

Bandung, 1 Juni 2019 

Jumat, 22 Maret 2019

Media Rilis Bandung Indonesia World Mime Day 2019

                     Official Poster Bandung Indonesia World Mime Day 2019. Artwork by Setia Adhi Kurniawan.


MEDIA RILIS

BANDUNG, INDONESIA WORLD MIME DAY 2019.
JUMAT, 22 MARET 2019.
PUKUL : 13.00 s/d 16.00 WIB.
RUANG MULTIGUNA PERPUSTAKAAN ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) BANDUNG.

LANGUAGE OF ALL - TUMBUH SUNYI MEMBUMI

World Mime Day (Hari Pantomime Sedunia) adalah gerakan inisiatif di seluruh dunia dari World Mime Organisation untuk merayakan Seni Mime dan komunikasi non-verbal pada tanggal 22 Maret adalah Hari kelahiran seniman legendaris dan Maestro Mime dari Perancis ialah Marcel Marceau. Kegiatan yang dirayakan sejak tahun 2011 di berbagai negara di 4 benua.

Di Bandung telah digelar sejak tahun 2011 setiap tahunnya, atas inisiatif seniman pantomime Wanggi Hoed bersama Mixi Imajimimetheatre Indonesia. Berbagai ruang telah menjadi rekam memori tersendiri bagi apresiator dan masyarakat seni pertunjukan yang telah menyaksikan World Mime Day setiap tahunnya, dengan tema yang berbeda-beda. Kali ini dengan mengangkat tema : “Tumbuh Sunyi Membumi” adalah seruan kebaikan dari perjalanan pertumbuhan seni pantomim di segala penjuru dunia dengan kesunyian yang membumi, salahsatu pesan dan penghormatan kita di Hari Kelahiran Maestro Mime Marcel Marceau juga pada kehidupan yang bergerak sunyi seperti air, tumbuh seperti padi yang tak berisik serta karya dan suara tubuhnya membumi ke setiap zaman memberi pesan ingatan melalui bahasa tubuh dan imajinasi yang terus digerakkan oleh kesadaran dan jiwa setiap manusia. Hadirnya kegiatan serentak di berbagai titik negara dan kota di dunia ini  merupakan Revolusi Mime dari seni bisu, bahwa pantomime dapat menjadi pengerak kelanjutan pemikiran selain jembatan kehidupan untuk memanusikan manusia melalui bahasa tubuh. Pantomim, seni tertua peradaban manusia sebelum manusia berkata-kata.

Perayaan World Mime Day / Hari Pantomime Dunia kali ini di Indonesia akan berpusat di Bandung, bertempat di Ruang Multiguna Perpustakaan ISBI Bandung. Akan ada beberapa kegiatan seperti ; Deklarasi Masyarakat Pantomime Bandung, Pertunjukan Pantomime, Pemutaran Film Dokumenter (Marcel Marceau dan Charlie Chaplin), Live Drawing Showcase oleh Setia Adhi Kurniawan, Pembacaan Puisi, Live Musik dan Diskusi : Tumbuhkembang Pantomime di Bandung dan Indonesia. Dalam merayakan Hari Pantomime Sedunia, World Mime Organisation merayakan di negara Bulgaria dengan berbagai kegiatan, mulai dari workshop, seminar dan pertunjukan pantomim.

Pantomime Bahasa Untuk Semua, Pantomime Bahasa Perdamaian..

Penulis, Wanggi Hoed (Inisiator Indonesia World Mime Day 2019)


Kamis, 21 Maret 2019

Bandung, Indonesia World Mime Day 2019



= Undangan Publik =
Sebarkan pada dunia di sekitarmu!

Pusat Perayaan Hari Pantomime Sedunia 2019 di Indonesia 🌎
Bandung, Indonesia World Mime Day 2019. Jumat, 22 Maret 2019.
Tempat di Ruang Multiguna Perpustakaan ISBI Bandung. Jawa Barat, Indonesia.
Artwork by @sworks.idn
______
#IndonesiaWorldMimeDay
#worldmimeday #worldmimeday2019
#pantomimeindonesia #pantomimindonesia #mimeartist #worldmime #mixiimajimimetheatre

Minggu, 03 Februari 2019

Press Release Riung Raung Vol 1. Bandung.





Riung Raung Memperingati Hari Primata
Menyebarkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi dan semakin bijaksana menggunakan akal
dan budi dalam memperlakukan satwa.

Bandung, 31 Januari 2019

Hari Primata Nasional diperingati pada 30 Januari 2019. Hal ini ditandai dengan kegelisahan akan
kondisi primata Indonesia karena perilaku manusia terhadap satwa yang statusnya dilindungi
maupun tidak dilindungi dianggap semakin biadab, tidak hanya banyak kasus eksploitasi yang
ditemui namun juga ditemukan kasus sekelompok orang mengonsumsi daging orangutan yang
statusnya dilindungi.
Berkurangnya populasi orangutan paling besar diakibatkan oleh ekspansi industri perkebunan,
terutama kelapa sawit, dan juga perburuan oleh manusia. Sedangkan populasi primata lain
diakibatkan oleh banyaknya perburuan manusia demi pundi-pundi uang dengan cara
mengeksploitasi monyet ekor panjang atau jenis primata lainnya untuk bisnis hiburan manusia.

Konflik antar manusia dan primata pun tak urung terjadi dikarenakan mereka kehabisan lahan
tempat tinggal dan tidak memiliki sumber makanan yang biasa mereka dapatkan di alamnya.
Dua tahun lalu, ditemukan spesies orangutan baru di daerah Tapanuli, Indonesia. Namun
populasinya yang kini tidak sampai 800 ekor, membuat spesies ini termasuk dalam kategori hampir
punah. Hal ini semakin menghawatirkan karena diketahui ada rencana untuk pembuatan DAM
untuk pembangkit tenaga air dan didanai oleh Bank of China. Habitat populasi orangutan menjadi
salah satu indikator kualitas ekosistem di Indonesia, terutama kondisi hutan dan selalu ada
hubungannya antara deforestasi atau berkuranganya jumlah area hutan.
Atas dasar keprihatinan tersebut, Riung Raung dibentuk dan akan melaunching event pertamanya
di Bandung dengan judul Riung Raung Volume 1. Penting bagi kita semua untuk menyebarluaskan
pesan kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga hutan, satwa dan lingkungan yang mana juga
sebagai tempat tinggal kita umat manusia.
Riung Raung adalah sebuah ruang kolektif yang menjadi wadah bersama antara lembaga konservasi
dengan lembaga-lembaga lainnya yang berjuang untuk kelestarian bumi dan yang hidup
didalamnya. Ruang serta riung baru ini bertujuan untuk membuka rasa penasaran serta kepekaan
masyarakat terhadap kelestarian keanekaragaman hayati (KEHATI) untuk menjadi bagian dari
pergerakan kami serta bersama membangun aksi kreatif untuk menyuarakan .

Dalam ruang ini kita akan memulainya di Bandung dengan berbagai pertunjukan seni dibalut
dengan kampanye dan akan dikemas secara menarik yang berfokus kepada kelestarian satwa endemik
Indonesia. Riung Raung mengajak para pelaku konservasi untuk bersama menyadarkan akan
pentingnya kelestarian hayati serta kami berharap seni dapat menjadi media sebagai upaya
penyadaran masyarakat secara meluas.


Acara yang diberi tema "The Earth Conservation" akan diselenggarakan sebagai berikut :
Tanggal :  Sabtu, 2 Februari 2019
Waktu : 15.00 s/d selesai
Tempat : Mr. Guan Coffee
  Jl.Tampomas No.22, Malabar, Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40262.

Narasumber :
1. Made Wedana (Aspinall Foundation)
2. Pepep Dw (Penulis, Aktivis Sadar Kawasan)
3. Dadang Sudardja (Dewan Nasional Walhi)
4. Nadya Andriani (ProFauna Indonesia).
Moderator :
1. Jalu Kencana
2. Unu Miharja

Pertunjukan Seni dan Pameran Rupa :
- Dede Pras
- Selepas Hujan
- Rendy Jean Satria
- Rizal
- Fyan Fendi
- Saut Prayuda
- Galih Mahara
- R. Lutfi Wiguna
- Arnis Muhammad
- Sworks X SR Iboe Inggit Ganarsih.

Narahubung :
Violita Berandhini
+62 856 8913 863
Raisa
+62 857 9330 5745
Instagram : @RiungRaung

Rabu, 14 November 2018

PERAYAAN 11 TAHUN MIXI IMAJIMIMETHEATRE INDONESIA.

PERAYAAN 11 TAHUN MIXI IMAJIMIMETHEATRE INDONESIA.
(11 November 2007 – 11 November 2018)
Toko Akasa Book Store, Pasar Cihapit. Bandung, Indonesia.
Penulis : Wanggi Hoed (Perintis dan Seniman Pantomim di Mixi Imajimimetheatre Indonesia)  
MENJELAJAHI IMAJINASI, MENYELAMI SUNYI
11 tahun perjalanan berproses dan berkarya Mixi Imajimimetheatre Indonesia mewarnai serta memperkaya dan berupaya konsisten dalam memberi sentuhan yang berbeda pada khazanah seni pertunjukan pantomim di tanah air. 11 tahun bukan hanya sekedar angka dalam nominal belasan, angka estafet yang melewati 1 dekade panjang, menafasi ruang-ruang yang tak berbatas, adakalanya kita sejenak jeda, lalu hadir tak terduga di ruang publik atau aktivisme, membaca ekosistem pantomim tanah air adalah membaca tanda kenyataan dari realitas zaman hari ini lewat jalan sunyi.

Setiap perjalanan ada sebuah aktivitas yang penuh dinamika, tantangan dan tumbuh-kembang-surutnya bahkan hilang ditelan zaman dalam perjalanannya. kami mencoba berdaya merawat seni ini, melanjutkan pemikiran dari perkembangan seni pantomim dunia, menyentuh lintas ruang dan disiplin untuk turutserta berkolaborasi, saling bertukar gagasan. Imajinasi yang kami suguhkan adalah bahasa gerak hidup pada pernyataan dari kenyataan kehidupan yang kami nyatakan dalam sebuah seni pertunjukan, bernama Pantomim.


“Menjelajahi Imajinasi, Menyelami Sunyi” bukan sekedar tema dalam perayaan 11 tahun ini, namun manifestasi perjalanan yang kami syukuri hingga kini masih bisa bertemu bersilaturahmi dan berkarya. Menjelajahi Imajinasi merupakan suatu penjelajahan menuju imajinasi baru, ada kekuatan imajinasi untuk melihat, membaca kehidupan dari sudut pandang berbeda guna menatap masa depan yang baik. Menyelami Sunyi merupakan penyelaman kembali dari kedalaman kesunyian yang kami pelajari, mencoba mengevaluasi dari yang sudah dirasa dan dipaham bahkan dilakukan hingga kini.
Menjelajahi Imajinasi, Menyelami Sunyi adalah manifestasi dari ruang jelajah yang kami lampaui ketika menjadi sunyi, untuk kembali kepada diri bahwa imaji dan sunyi adalah ruang nyata yang kita tak sadari. Pantomim bagi kami hanya medium seni penyampai pesan gestikulasi indrawi untuk berbagi imaji dan kesunyian itu pada orang-orang disekitar.

Hari ini, Senin 12 November 2018 kami berada di Akasa Book Store, Pasar Cihapit untuk berbagi silaturahmi dengan cara kami ; pameran arsip & artefak, diskusi perjalanan dan perkembangan pantomim dunia, pantomim respon di pasar cihapit juga tumpengan & do’a bersama adalah secuil rasa cinta kami pada tanah air, dan masyarakat pasar terutama warga negara Indonesia. Melalui ruang ini kami belajar dari titik dimana pertemuan segala elemen masyarakat dipertemukan dan berinteraksi sesuai dengan porsi dan kebutuhannya. Pasar adalah tempat titik temu penjual dan pembeli melakukan transaksi jual-beli, dan kami disini berinteraksi sosial untuk berbagi seni yang kami miliki. Pantomim rasa timur diruang jual-beli.

Bandung, 12 November 2018.
 Akasa Book Store, Pasar Cihapit

Jumat, 13 April 2018

Indonesia Street Mime International Festival 2017 - Turn Back Mime

TURN BACK MIME DAN TUBUH YANG BERSUARA
Oleh : Wanggi Hoed, Seniman Pantomime



ISMIF (Indonesia Street Mime International Festival), merupakan kegiatan seni pertunjukan pantomime yang pertama kali di selenggarakan di Indonesia, bertempat di Bundaran Besar Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada tanggal 29 Januari 2017, yang pementasannya ditampilkan serentak di ruang publik / jalanan (street performance) sebagai panggung pertunjukan. ISMIF sendiri masuk dalam agenda kegiatan dari rangkaian Turn Back Mime 2017, yang didalamnya akan ada ; Workshop, Diskusi dan Uji Nyali bersama seniman pantomime Indonesia sekaligus narasumber, yaitu : Wanggi Hoed, yang telah 10 tahun lebih berkarya di dunia seni pantomime.
Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif dari beberapa anak muda tanah air, seperti : Institute Tingang Borneo Theatre (ITBT), Rumah Talenta dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah dan Mixi Imajimimetheatre Indonesia dari Bandung, Asean Mime Society, Indonesia Mime Artist Association. ISMIF adalah hajat seni budaya melalui medium tubuh, imajinasi dan perangkat pendukung (bila diperlukan) oleh para seniman / pelaku seni yang terlibat didalamnya.
Untuk tahun ini ISMIF 2017 mengangkat tema universal dengan judul : “The Body Of Sounds” (Suara Tubuh). “The Body of Sounds” sebagai pusar interaksi segala daya energi indrawi guna mempererat tali silaturahmi, persaudaraan dan persatuan antar lintas kultural, Melalui ISMIF 2017 seyogyanya kita bersama bisa mengingat dan merawat kelestarian seni budaya yang ada dan tumbuh di tanah air (khususnya pantomime), sebab kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Disitulah ISMIF hadir untuk bersama-sama bergerak dalam satu tubuh, satu jiwa, satu rasa sebagai bentuk tindakan nyata. ISMIF 2017 adalah panggung bagi para seniman pantomime dan pelaku seni pertunjukan lainnya, untuk berkarya dengan medium tubuh, ISMIF adalah bagian dari tubuh budaya. Melalui ISMIF kita berharap akan lahir inisiator dan regenerator muda dalam kebudayaan di Indonesia.
Kita berharap semoga ISMIF menjadi awal sejarah yang baik dan di ingat oleh masyarakat, sebagai sejarah revolusi seni pertunjukkan di Indonesia.

http://blog.spektakel.id/2017/01/31/turn-back-mime-dan-tubuh-yang-bersuara-di-indonesia-street-mime-international-festival-2017/

Rabu, 04 April 2018

Indonesia Street Mime International Festival 2017

Seni.co.id  - 30 Januari 2017
Editor : Aendra M

Indonesia Street Mime International Festival 2017: Sejarah itu Ada dan Berlipat-lipat Ganda




Catatan Penting untuk pelaku seni budaya Indonesia. Indonesia Street Mime International Festival 2017.
Sejarah itu Ada dan Berlipat-lipat Ganda
Sejarah pantomime di Indonesia Street Mime International Festival 2017 “The Body of Sounds” di ruang publik (street pantomime) sudah tercipta bersama dulur-dulur Institute Tingang Borneo, Rumah Talenta, Riak Renteng Tingang, Mime Borneo, Komunitas Teater, Oi Palangkaraya, Subud International, Sekolah Relawan Palangkaraya, Mime Banjarmasin, CleanAction Palangkaraya dan warga seluruh masyarakat yang terlibat di Indonesia Street Mime International Festival pertama kali di Indonesia dan menjadi sejarah per-pantomime-an nusantara..

sumber berita :

http://seni.co.id/2017/01/30/indonesia-street-mime-international-festival-2017-sejarah-itu-ada-dan-berlipat-lipat-ganda/