Minggu, 13 Maret 2011

Apa lagi alasan untuk tidak naik Sepeda?

 
Foto Kongres Sepeda Indonesia [KSI]

Oleh : Wanggi Hoediyatno

BBM akhirnya naik lagi. Tarif angkutan umum naik juga. Pergi ke kantor semakin mahal padahal gaji belum tentu naik. Kebanyakan dari kita sudah pasti mengumpat pemerintah, tidak setuju dengan kenaikan BBM dengan berbagai alasah. Tetapi pada akhirnya, kita cuma bisa ngomong doang karena kita bukan pemerintah dan tidak bisa mengubah kebijakan negara begitu saja. Makanya kita sebagai rakyat harus mencari alternatif agar bisa survive, bukan cuma bertopang dagu atau ikutan demo berharap pemerintah mengubah pendiriannya.
Kita juga harus mengerti bahwa bukan hanya di Indonesia saja yang BBM-nya naik, tetapi sudah merupakan problema global. BBM yang naik inilah yang memicu semua bahan pangan maupun konsumsi lainnya juga ikut-ikutan naik.
Idealnya sih dengan subsidi yang dikurangi maka pemerintah bisa fokus untuk menyelesaikan masalah lainnya seperti transportasi masal dan jalur sepeda. Dikatakan di sebuah surat kabar bahwa BBM naik tidak akan mengurangi konsumsi BBM di masyarakat karena adanya pertumbuhan mobil dan motor yang besar sehingga kalaupun orang mengurangi, karena ada saja orang yang baru memiliki motor dan mobil maka secara global konsumsi pun tetap atau malah tetap meningkat.
Oleh karena itu, sebenarnya solusi untuk pemerintah kita adalah agar investasi di jalur sepeda dan transportasi masal yang lebih baik sehingga orang bukannya naik mobil tetapi naik kendaraan umum dan/atau sepeda.
Dibawah ini adalah alasan-alasan klasik untuk tidak naik sepeda :
1.    Saya tidak punya sepeda. Jawabannya gampang. Beli sepeda. Sepeda tidak harus mahal, bekas pun oke, yang penting bisa dipakai dan benar-benar dipakai, bukan hanya jadi pajangan di rumah.
2.    Saya tidak bisa naik sepeda. Kebanyakan orang bisa naik motor, sehingga kalau sudah bisa naik motor pasti bisa naik sepeda. Untuk yang benar-benar tidak bisa, maka harus belajar karena semua orang bisa jadi anda juga Pasti Bisa!
3.    Naik sepeda panas dan saya berkeringat banget sampai di sekolah/kantor. Ini pasti terjadi apakah naik sepeda ataupun motor. Tetapi lebih lagi kalau anda naik sepeda sambil ngebut. Pergi naik sepeda agak pagian sehingga matahari belum terik, dan jangan dikebut. Jalan santai saja sehingga bisa dinikmati juga. Tapi memang akan lebih baik kalau anda membawa peralatan mandi dan bisa mandi di tempat tujuan anda.
4.    Kantor atau sekolah saya jauh dari rumah. Kita gak harus bersepeda dari depan pintu rumah sampai meja kerja kita. Yang penting adalah pemakaian alternatif transportasi. Kalau anda tinggal di apartemen di tengah kota atau kos dekat kantor sih tidak ada alasan. Tapi saya juga kenal banyak orang yang gowes dari Bekasi, Bintaro dan tempat jauh lainnya ke tengah kota Jakarta. Kalau anda merasa perjalanan cukup jauh, maka bisa disiasati dengan kombinasi kendaraan umum lainnya seperti busway atau yang di Bogor bisa naik kereta dulu baru naik sepeda. Yang pasti kalau kita mau cari caranya pasti ketemu.
5.    Naik sepeda polusi. Ini juga salah satu alasan saya sewaktu pertama kali naik sepeda, yaitu karena polusi kendaraan yang gila-gilaan. Tapi solusinya juga ada kok. Saya kemana-mana pakai masker merek Maskr. Masker ini pakai karbon aktif dan bisa dicuci. Lalu kalau pulang naik sepeda juga saya cuci mata dengan y-rins. Kalau sudah begini sih oke-oke aja kok.
6.    Naik sepeda pelan. Kalau anda tidak terbiasa pasti terasa lama, tetapi kebanyakan dari pesepeda bisa merasa lebih cepat dari mobil karena kita tidak terkena macet, tidak seperti motor kita bisa naik di trotoar (walaupun tidak direkomendasikan), dan di lampu merah kita bisa langsung paling depan. Untuk perjalanan yang pendek naik sepeda malah bisa dibilang jauh lebih cepat karena tidak usah cari parkir. Tambah lagi, kalau anda semakin terbiasa naik sepeda, maka kecepatan anda pun bisa bertambah sehingga semakin lama semakin cepat sampai di tujuan.
7.    Naik sepeda berbahaya. Naik sepeda menurut saya lebih aman dari naik mobil dan motor. Yang pasti kalau naik sepeda itu aman, jadi kalau sampai terjadi sesuatu bisa dibilang 50% adalah kesalahan si pengendara sepeda sendiri seperti belok tanpa memberi tanda, melewati lampu merah seenaknya, berkendara melawan arah arus, dsb. Untuk itu maka semua pengendara sepeda harus mengerti cara-cara petunjuk berkendara yang benar. salah satu panduan yang baik adalah dari bicyclesafe.com yang memberikan gambaran (berikut gambar) untuk cara mengedarai sepeda yang baik dan benar. Selain itu memakai helm, baju berwarna terang, dan lampu belakang (plus depan) bisa mengurangi resiko bahaya ini. Yang menarik adalah Pedaling Health (.pdf) dari Australia mengatakan bahwa bila kita bersepeda 1 jam per hari (normal untuk yang rutin ke kantor atau ke sekolah) dapat mencegah resiko serangan jantung 4x lebih besar dibandingkan resiko tertabrak. Jadi pada akhirnya naik sepeda malah menambah umur hidup dibandingkan resiko kecelakaan.
8.    Cuaca tidak menentu, bisa tiba-tiba hujan. Saya juga lebih senang naik sepeda kalau cuaca cerah dengan matahari. Saya juga kurang suka naik sepeda sambil hujan-hujanan, apalagi banjir. Tapi semua bisa diatasi dengan selalu siap dengan jaket hujan atau ponco, memasang fender di roda sepeda agar tidak terciprat, merencanakan perjalanan dengan tepat, dan selalu mengetahui perkiraan cuaca. Tetapi bila cuaca benar-benar kurang baik dan anda juga tidak nyaman untuk naik sepeda, anda bisa tunda naik sepedanya dan kembali naik mobil. Untuk orang yang sudah memilih naik sepeda dibanding naik mobil, maka anda sudah lebih baik dari kebanyakan orang yang masih memilih naik mobil, jadi sekali-sekali naik mobil juga ok. Intinya, enjoy aja dan jangan naik sepeda menjadi beban.

 Kalau kita sudah memilih naik sepeda, apa keuntungannya? keuntungannya :
1.    Yang pasti sehat. Jika 1/3 saja dari perjalanan pendek menggunakan mobil digantikan bersepeda, maka resiko penyakit jantung secara nasional akan turun antara 5 hingga 10 persen ( Bikes not Fumes, CTC, 1992).
2.    Yang jelas hemat. Sepeda itu awet, bisa dipakai bertahun-tahun tanpa harus pakai sim, pajak, dan asuransi. Lebih dari itu kita tidak perlu beli BBM dan bayar parkir. Perawatan untuk pemakaian normal paling Rp. 50.000,– per bulan (kecuali modifikasi sana sini)
3.    Dijamin hijau. Naik sepeda tidak menimbulkan polusi sehingga ikut melestarikan lingkungan.
Jadi apa lagi alasan untuk tidak naik sepeda?

Sumber : di saring lagi dari berbagai sumber media.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar