Senin, 06 Agustus 2012

Media Release : = MUDIK MOVEMENT =




Media Release
#NyasarNyusurHistoryRamadhan
Sebuah Repertoar Pantomime :  = MUDIK MOVEMENT =
11 Agustus 2012, Pukul : 16.00 wib –
Tempat di Halte Masjid Alun-Alun Bandung, Depan Bank BRI Tower

Di Indonesia, budaya yang erat kaitannya dengan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri adalah mudik, pulang balik ke kampung halaman. Meski baliknya dari kota ke kota, tetap saja di istilahkan mudik ke kampung (halaman). Budaya ini memang kandungan lokal yang memberi warna pada budaya Islam di Indonesia. Ada hikmah apa dalam budaya mudik ke kampung halaman itu? Seorang pakar psikologi-sosial, Zimbardo ; melakukan eksperimen tentang sifat orang kota dan orang desa/kampung. Ia meletakkan sebuah mobil bagus di pinggir jalan di daerah Bronx, New York. Kap mobil itu dibuka untuk memberi kesan mobil rusak. Mobil bagus yang sama dengan keadaan yang sama diletakkan di pinggir jalan desa di daerah Palo Alto, California. Dari jauh beberapa peneliti mengamati apa yang terjadi dengan kedua mobil itu. Pada malam pertama, sekelompok anak muda mempreteli bagian-bagian mobil yang di parkir di Bronx area. Mobil pun jadi mirip habis kecelakaan. Beberapa orang yang lewat dan melihat mobil itu merusak kaca, jendela, dan apa saja yang tersisa. Sebelum lewat 3 hari, mobil di Bronx area sudah jadi barang rongsokan. Mobil yang ditinggalkan di desa bernasib mujur. Selama beberapa hari tak ada orang yang menyentuhnya. Kecuali saat hujan deras, seorang penduduk di dekat situ berlari menutup kap mobil untuk melindungi mesinnya dari air hujan. Zimbardo berkesimpulan: orang kota lebih agresif, lebih galak, dan lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan orang kampung karena orang kota hidup dalam masyarakat yang anonim. Maksudnya orang kota seringkali tak kenal sesama tetangga meski rumah berdempetan. Akibatnya antar mereka hilang keakraban sesama manusia. Dalam bahasa Islam, orang kota telah meninggalkan silaturahmi.
Manusia adalah makhluk yang membutuhan rasa sayang dan menyayangi. Ditinggalkannya silaturahmi mengakibatkan kebutuhan itu tak terpenuhi, sehingga manusia kota rentan terhadap penyakit dan stress. Al Aqra’ bin Habis melihat Nabi Muhammad SAW mencium putrinya. Ia berkata, “Aku mempunyai 10 orang putri, tapi tak seorang pun pernah aku cium. Lalu Nabi bersabda, ‘Mungkin Allah sudah mencabut kasih sayang dari hatimu. Barang siapa tidak menyayangi, maka ia takkan disayangi’. Karena kesibukan dan ego pada diri sendiri, mereka tidak sempat lagi menyayangi, mereka kehilangan rasa kasih sayang. Kasih sayang dari manusia maupun Tuhan. Jadi, mudik adalah kembali merengkuh kasih sayang Allah lewat silaturahmi. Dengan mudik, insyaAllah kita kembali diingatkan kembali pada jati diri manusia, bukan hanya sekedar hamba Allah, tetapi juga khalifatullah. Orang yang memberi manfaat pada sesama dan semesta.
Mudik ternyata bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain, yang saya tahu di negeri China juga mengalami fenomena mudik “Imlek” yang luar biasa, setara keruwetan dan kehebohannya dengan mudik Lebaran di Indonesia. Di Amerika juga ada fenomena mudik yang cukup heboh, yaitu di masa-masa “Thanksgiving Day”. Secara tradisional, keluarga-keluarga di Amerika masih menganut yang mereka sebut dengan “American value” atau “American culture” salah satunya adalah perayaan Thanksgiving Day. Thanksgiving Day dimaksudkan untuk mengucap syukur (sesuai namanya) atas panen yang baik di tahun itu. Thanksgiving biasa jatuh di bulan Oktober. Perayaan ini terutama di Amerika dan Kanada. Ditandai dengan para pekerja yang mengambil cuti 2-3 hari dan kemudian mudik beramai ke kampung halaman mereka. Bedanya dengan fenomena mudik di Asia adalah jumlah penduduk dan keteraturan sistem transportasi mereka yang harus kita akui. Biasanya di saat-saat mudik Thanksgiving Day, tiket pesawat atau kereta juga akan susah dan mahal.”
Begitulah, budaya mudik telah menjadi semacam rutinitas tahunan di negeri kita ini yang tentu saja, diwarnai dengan berbagai persolan di dalamnya. Mulai dari macetnya jalan bagi mereka yang mudik dengan kendaraan sendiri [motor/mobil] ataupun bahaya copet dan mahalnya tiket  bagi mereka yang memanfaatkan jasa angkutan umum yang berjubel.
Tapi karena dirasa betapa pentingnya makna mudik bagi kaum perantau, mudik Lebaran tetap menjadi suatu keharusan demi menjalin kembali hubungan emosionalitas yang sempat “terputus” dengan keluarga dan para tetangga di kampung halamannya. Namun demikian mudik ke kampung halaman tidak semestinya terlalu dikultuskan karena ini adalah salah satu bagian dari rutinitas Lebaran yang mana tujuannya adalah bersilaturahmi dengan sesama umat manusia. Sedangkan segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan biarlah itu menjadi urusan manusia dengan Tuhannya secara langsung, selain dari saling memaafkan secara ikhlas dari hati yang paling dalam.
Idul Fitri adalah sesuatu yang khusus, didatangkan dalam waktu khusus dan dikhususkan bagi orang khusus. Mereka itu adalah orang-orang yang dapat merasakan Idul Fitri secara khusus. Mudah-mudahan kita yang mudik dapat kembali me-recharge hati dengan bersilaturrahim kepada keluarga dan teman-teman di kampung halaman. Sedangkan yang tidak atau belum sempat mudik, tetap bersilaturahim dengan tetangga sekitar agar kasih sayang Allah SWT tetap tercurahkan…. Amin ya robbal alamin ---


SELAMAT MERAYAKAN HARI KEMENANGAN… :)
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 HIJRIYAH, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN…
Salam Mudik Ceria :-)

Informasi Hubungi :
-          082121770424 [Wanggi Hoediyatno]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar