Rabu, 30 Oktober 2013

Pentas Sirkus Kontemporer Chabatz D'Entrar "Di Sini, Sekarang dan Di Sana", Cerita Hubungan Manusia dan Lingkungan



Kontributor : Sabbatiansyah Aji
Jogjanews.com - Memasuki rangkaian acara Printemps Français  ke-4 dalam tahun ini, IFI-LIP Yogyakarta menghadirkan grup sirkus kontemporer Perancis, Chabatz D’Entrar. Kelompok sirkus ini berkolaborasi dengan dua seniman Bandung dan kelompok musik eksperimen asal Bandung, Bottle Smoker.

Sebelumnya, Chabatz D’Entrar juga pernah meramaikan acara serupa pada tahun 2011 dan 2012. Kali ini, mereka membawakan tema ‘Di Sini, Sekarang dan di Sana!’ dan menampilkannya di Concert Hall TBY, Kamis (13/6).

Sebelum tur penampilan mereka yang dimulai dari Mei, mereka telah berlatih bersama dengan para seniman asal Bandung selama 2 bulan. “Total persiapan kami selama 6 minggu,” jelas Wanggi, salah satu penampil dari Bandung.

Menurut Wanggi, pihaknya mengangkat isu tentang manusia dan alam dengan media bambu sebagai simbol keseimbangan yang rapuh. Antara dunia modern dan tradisional, manusia masih mencari keseimbangan itu. "Kita ingin menyampaikan kepada masyarakat tentang keadaan di kota, di desa, hutan yang ditebang dan mengingatkan untuk kembali ke alam,” terang Wanggi.

Pertunjukan Chabatz D’Entrar menampilkan berbagai macam disiplin ilmu, terdiri dari sirkus (Chabatz D’Entrar), pantomim (Wanggi), body movement (Mata), dan musik (Bottle Smoker). Mereka masing-masing mengutarakan ide mereka tentang tema dan menggabungkannya hingga menjadi pertunjukkan

Teman Di Sini, Sekarang dan di Sana! adalah hasil pemikiran anggota Chabatz D'Entrar dan seniman dari Bandung tentang persoalan manusia dan lingkungan dan ternyata bisa ditarik kesimpulan jika masalah yang mereka pentaskan terjadi di manapun.

“Kami saling membagi kemampuan yang kami punya masing-masing dan berbagi kebudayaan. Kami juga saling menceritakan fenomena yang terjadi di Indonesia dan Perancis, yang ternyata juga terjadi di mana-mana,” jelas Wanggi. “Kesulitan yang kami rasakan adalah komunikasi. Tapi dengan bahasa seni kami dapat menyatukan semuanya.”

Seperti yang dijelaskan Wanggi, pertunjukan Chabatz D’Entrar menggunakan media bambu dalam bercerita. Mereka menggunakannya sebagai enggrang, tongkat untuk melompat, kostum hingga dekorasi panggung.

Bambu yang terdiri dari berbagai macam ketinggian tersebut dapat mereka gunakan dengan luwes sehingga menyajikan penampilan sirkus yang tidak heboh dengan berbagai macam aksi akrobatik seperti sirkus pada umumnya. Meskipun demikian, penonton menikmati setiap bagian pertunjukan dari awal hingga akhir.

Website : http://jogjanews.com/pentas-sirkus-kontemporer-chabatz-dentrar-di-sini-sekarang-dan-di-sana-cerita-hubungan-manusia-dan-lingkungan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar