Selasa, 05 Januari 2016

Pantomime Pertama kali di Dunia di Puncak Mahameru, Gunung Semeru di ketinggian 3.676 mdpl






 "Buat saya pantomime bukan sekedar lucu-lucuan. Akan tetapi, jenis komedi seni ini menjadi bagian dari kehidupan itu sendiri. Selama sembilan tahun saya berproses dan belajar seni ini, mempelajari, meriset, mengobservasi, menakar, mengukur, menjelajahi berbagai ruang-dimensi, menelusuri imaji, mengevaluasi, dan juga bersentuhan dengan semesta juga manusianya dan membuka kembali sejarah lampau seni ini. Ketika itu juga saya menetapkan suatu prinsip untuk mengendalikan suatu reaksi dan interaksi terhadap penontonnya. Pantomime punya ciri khas sendiri dari seni lainnya, ia memiliki tempo dan kecepatan gerak dan imajinasi tertentu untuk menemukan sisi komedi dan tragedi juga pesan yang disampaikannya. Dan pantomime gaya saya adalah sebuah do'a dalam gerak, tubuh dan imajinasi yang hempaskan pada alam semesta dan pesan persembahan untuk kesemestaan dengan identitas ikat di kepala sebagai simbol satu kesatuan yang saling kuat mengikat tali silaturahmi dan persaudaraan di seluruh dunia dan ini telah saya buktikan bahwa pantomime adalah bahasa perdamaian dan jembatan kemanusiaan juga kehidupan yang saling berbagi serta memberikan rasa kebahagian, kebebasan dan cinta untuk hidup menghidupi dalam menyusuri perjalanan nafas kehidupan manusia di dunia. Ahimsa _/\_ 

Pesan Semesta Dalam Tubuh Pantomime Spiritual

Seniman pantomime Wanggi Hoed sedang melakukan "Ritual Tubuh Sembah Semesta" ijin pada Pencipta Jagat Semesta Raya untuk mempersembahkan Karya Seni Pantomime kepada Sang Penguasa Alam Semesta, para Leluhur dan para Mahadewa, para Pendahulu, Soe Hoek Gie, para Pendaki dan seluruh manusia di belahan dunia yang dipentaskan di Puncak Mahameru, Gunung Semeru 3.676 mdpl. Jawa Timur.
Pertunjukan dimulai pada hari minggu, 26 Juli 2015, Pukul: 06.27 dengan kondisi angin kencang dan suhu di atas puncak 0-8 derajat celcius.


Pantomime Spiritual
Seniman pantomime Wanggi Hoed sedang melakukan "Ritual Tubuh Sembah Semesta" memohon ijin pada Pencipta Jagat Semesta Raya untuk mempersembahkan Karya Seni Pantomime kepada Sang Penguasa Alam Semesta, para Leluhur dan para Mahadewa, para Pendahulu, #SoeHoekGie, para Pendaki dan seluruh manusia di belahan dunia yang dipentaskan di Ranu Kumbolo, 2.400 mdpl. Jawa Timur.

Pertunjukan Pantomime pertamakali di Indonesia dan di Dunia, oleh seniman pantomime Indonesia asal Palimanan, Cirebon Wanggi Hoed yang mementaskan karya seni gerak tanpa kata-kata diatas Puncak Mahameru 3.676 mdpl dan Ranu Kumbolo di ketinggian 2.400 mdpl meter diatas permukaan air laut.

Pertunjukan Pantomime pertamakali di Indonesia dan Dunia, oleh seniman pantomime Indonesia asal Palimanan, Cirebon Wanggi Hoed yang mementaskan karya seni gerak tanpa kata-kata diatas Puncak Mahameru, di ketinggian 3.676 mdpl meter diatas permukaan air laut.

Wanggi Hoed, perintis Mixi Imajimimetheatre Indonesia dari Bandung, Jawa Barat adalah seniman pantomime Indonesia kelahiran Palimanan, Cirebon. Seniman pantomime pertama yang melakukan pertunjukan seni pantomime di Puncak Gunung Semeru, Mahameru. Pertamakalinya di dunia.

Pantomime di Puncak Mahameru, Gunung Semeru di ketinggian 3.676 mdpl

Pertunjukan Pantomime pertama kali di dunia dan di Indonesia yang di pentaskan oleh seniman pantomime Indonesia Wanggi Hoed di atas puncak Mahameru, Gunung semeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan ketinggian 3.676 mdpl di atas permukaan air laut. Suhu di puncak Mahameru sangat dingin sekitar 0 - 10 derajat Celcius.

Ini adalah pertama kali saya mendaki gunung yang tertinggi dan akhirnya sampai menginjak puncak Mahameru kemudian saya melakukan pertunjukan pantomime di atas ketinggian 3.676 meter di permukaan laut, energi Gunung Semeru yang Mahadahsyat membuat tubuh dan imajinasi saya menggigil bebas lepas tanpa batas, ketika saya melakukan performance tiba-tiba saja dalam beberapa menit muncul kepulan asap yang biasa di sebut "Wedhus Gembel" karena adanya gas beracun, Gas beracun ini dikenal dengan sebutan "Wedhus Gembel" (Bahasa Jawa yang berarti "kambing
gimbal", yakni kambing yang berbulu seperti rambut gimbal) oleh penduduk setempat. Cuaca yang begitu ekstrim dan angin bertiup kencang di atas puncak Mahameru membuat tubuh saya terus bergerak, sebelum pertunjukan di mulai saya memulai ritual memohon ijin untuk melaksanakan pertunjukan pantomime spiritual dan yang saya rasakan adalah energi dari para leluhur, para pendaki pendahulu, soe hok gie dan para dewa penungggu mahameru menyaksikan pertunjukan pantomime yang baru pertama kali di pentaskan di puncak Mahameru, Puncak para Mahadewa. Akan selalu terkenang dan diingat dalam sejarah perjalanan kehidupan dan berkesenian saya di dunia seni pertunjukan Indonesia.


Pantomime Di Puncak Gunung
Perjalanan Spiritual Nyasar Nyusur Gunung
Nyusur History Indonesia
24-31 Juli 2015

Gunung Semeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 mdpl meter dari permukaan laut.
Ranu Kumbolo dengan ketinggian 2.400 mdpl.
Kali Mati dengan ketinggian 2.700 mdpl.




Photograper Oleh :  Elvin Octa dan Eddik
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar